Bantuan dari Mitra dan Sahabat

Pelatihan Organic Farming oleh Karang Widya - Learning Farm

Foto 1 dari 7:

Pelatih Ikbal mengajarkan bagaimana cara melakukan pembibitan.

Foto 2 dari 7:

Pelatih Jelius mengajarkan bagaimana melakukan pengolahan tanah yang tepat.

Foto 3 dari 7:

Pelatih Ian mengajarkan bagaimana memelihara tanaman.

Foto 4 dari 7:

Pelatih Oswalus mengajarkan bagaimana membuat pupuk organik dari sisa tanaman dan kotoran ternak.

Foto 5 dari 7:

Pelatih Abdillah mengajarkan bagaimana cara membuat mikro-organisme lokal yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organik.

Foto 6 dari 7:

Wiwi sebagai wakil dari HDIF memberikan pertanyaan kepada para siswa untuk mengevaluasi keefektifan pelatihan yang diberikan.

Foto 7 dari 7:

Para pelatih organic farming, siswa-siswi, guru dan tim HDIF berfoto bersama di akhir acara pelatihan.


3 Maret 2013. Para pelatih dari Karang Widya – Learning Farm, Cianjur menyambut gembira 43 siswa-siswi dan 4 orang guru dari SMP Pangerasan Bogor dengan memberikan pelatihan Organic Farming secara gratis. Para pelatihnya berasal dari kota yang berbeda-beda dan telah mendapatkan training mengenai Organic Farming selama 3 bulan.

Tujuan dari pelatihan ini adalah “Pembelajaran pertanian secara organik sebagai pedoman dalam pengembangan life skills”, yang merupakan bagian dari program HDIF dalam mengembangkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pelajaran pertama adalah mendorong kesehatan tanah dan tanaman melalui proses daur ulang limbah, sisa sisa tanaman dan kotoran ternak. Para siswa diajarkan pengolahan lahan dan penanaman yang tepat, kombinasi dan rotasi tanaman yang tepat serta pemeliharaan yang tepat. Ditekankan untuk menghindari penggunaan bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pupuk dan pestisida.

Materi yang diajarkan oleh Karang Widya adalah mikro organisme lokal (MOL) untuk pembuatan pupuk, pemilihan media semai, pengolahan tanah yang tepat, serta memperbaiki kualitas pemeliharaan dan perawatan. 

Hari itu adalah hari yang penuh dengan banyak manfaat. Apa yang diajarkan pada hari itu menambah pengalaman praktis bagi para siswa dan guru dalam menjalankan proyek Organic Farming di sekolah mereka.