Bantuan dari Mitra dan Sahabat

Sukarelawan AIESEC dari Negara Lain

Foto 1 dari 9:

Frances (kiri) & Serena (kanan), sukarelawan dari Cina.

Foto 2 dari 9:

Siqi (kiri), sukarelawan dari Cina & Rahul (kanan), sukarelawan dari India.

Foto 3 dari 9:

Lukasz & Patrycja, sukarelawan dari Polandia bernyanyi bersama para siswa.

Foto 4 dari 9:

Yurina, sukarelawan dari Jepang mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa di Pangerasan.

Foto 5 dari 9:

Para sukarelawan dan siswa bergotong royong menampung air bersih untuk mengairi lahan pertanian.

Foto 6 dari 9:

Membangun pagar untuk lahan pertanian organik juga dilakukan oleh para sukarelawan.

Foto 7 dari 9:

Para sukarelawan dan siswa membersihkan lahan sebelum ditanami.

Foto 8 dari 9:

Para sukarelawan dan para siswa menari bersama, dipimpin oleh Yurina.

Foto 9 dari 9:

Masa-masa kebersamaan para sukarelawan dan siswa yang tak terlupakan.


Kepedulian terhadap sesama hendaknya dimulai sejak dini. Tidak ada batasan usia dan letak geografis. Seperti halnya yang dilakukan Organisasi Internasional Pemuda, AIESEC Universitas Indonesia yang memfasilitasi HDIF dalam menyediakan sukarelawan dari mancanegara.

7 sukarelawan dari empat Negara membantu HDIF secara sukarela selama 3 bulan (Juli – September 2012).

Serena, Frances dan Siqi adalah mahasiswa dari Cina; Yurina dari Jepang; Patrycja dan Lukasz dari Polandia dan Rahul lulusan dari India. Mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan tabungan pribadi mereka untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Rahul membantu sebagai desain grafis untuk mengembangkan website HDIF, mendesain brosur dan membantu semua hal yang terkait dengan desain.

Lukasz , Patrycja dan Frances mengajarkan Bahasa Inggris, Komputer dan Matematika kepada siswa SD dan SMP Terbuka Teluk Naga. Mereka juga mengenalkan tentang budaya Polandia dan Cina.

Sedangkan Siqi dan Yurina mengajarkan Bahasa Inggris dan Komputer kepada siswa SMP Pangerasan Bogor. Mereka juga menceritakan betapa serunya mengenal lebih jauh budaya Cina dan Jepang. Bahkan Yurina mengajarkan alat musik keyboard dan origami.

Semua siswa merasa sangat bersemangat dan berteriak kegirangan ketika para sukarelawan mengajarkan mereka menari dan bernyanyi. Terjalin ikatan yang sangat kuat antara para siswa dan sukarelawan!

Ke tujuh sukarelawan ini juga berpartisipasi dalam mengenalkan cara menanam tanaman organik, membuat pagar, menampung air juga menginformasikan betapa pentingnya mengklasifikasikan sampah organik dan nonorganik.

Secara keseluruhan adalah sangat bermanfaat mendatangkan tujuh sukarelawan dari empat negara yang berbeda untuk menjalin kebersamaan dengan anak-anak dan masyarakat Indonesia yang kurang beruntung. Mereka membantu kami dan belajar tentang budaya Indonesia serta belajar memahami aspirasi dari anak-anak yang kurang beruntung.