Bantuan Korban Bencana Alam

Bantuan Bencana Alam Tsunami di Aceh & Nias

Foto 1 dari 2:
Sambutan dari penduduk
Foto 2 dari 2:
Proses penyaluran

Salah satu bencana yang paling mengerikan dalam sejarah terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa bumi di bawah laut berukuran besar memicu terjadinya serangkaian gelombang tsunami yang menghancurkan sepanjang garis pantai Samudera Hindia, menewaskan lebih dari 200.000 orang di Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand.

 45 menit setelah serangan gempa bumi, gelombang dahsyat yang sama menyerang kota Aceh. Dalam hitungan menit, sepanjang 800km garis pantai Aceh (seperti jarak antara San Francisco sampai San Diego) sepenuhnya disapu bersih dan rata dengan tanah, menewaskan 160.000 orang Indonesia.

Tidak lama berselang, pada tanggal 28 Maret 2005, satu lagi gempa bumi besar melanda Nias, sebuah pulau kecil dekat wilayah Aceh. Kedua kejadian ini menyebabkan meluasnya masalah sosial, ekonomi dan kerusakan lingkungan di daerah ini.

Di samping kebutuhan akan rekonstruksi yang besar, penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, flu, demam, malaria, dan polio menyerang tenda-tenda pengungsian, sangatlah mempengaruhi anak-anak.

Dengan bantuan Yayasan Bina Mandiri, Tim Yayasan HDIF bersama para relawan mendistribusikan vitamin/ makanan tambahan kepada para korban, khususnya anak-anak. Total 3.000 botol dibagikan kepada 7.500 orang di 11 desa. Distribusi multivitamin Bee Propolis ke desa-desa di Aceh-Nias: Botohilitano, Bawomataluo, Hilimainemolo, Hilisataro, Bawodobara, Bawazaua, Awoni Louso, Sisarihili Gamo, Hilifatema, Hilisaloo, Simanaere.

"Terima kasih kepada HDI yang telah membantu kami dengan suplemen makanan kesehatan. Sangatlah baik untuk tubuh saya dan sangat membantu dalam pemulihan kondisi kami yang sedang sakit." - Bpk. Nehemiah, usia 38, dari Desa Awoni Lauso.

 "Saya merasa lebih sehat dan bertenaga setelah mengkonsumsi selama 3 minggu." - Anawati, usia 14, pelajar dari desa Hilimainemolo.

 "Terima kasih kepada Tuhan, karena di desa kami banyak anak-anak menderita kekurangan gizi dan orang tua mudah sakit, kami masih dalam proses pembangunan dan sulit bagi kami untuk membeli vitamin atau makanan tambahan karena penghasilan kami hanya Rp 300.000/bulan (kira-kira USD 35/bulan)." - Nurhasa, usia 20, Guru TK di desa Bawomataluo.

 "Kami sangat semangat dengan adanya donasi Bee Propolis, karena kami tidak mampu membeli makanan tambahan untuk anak-anak kami. Kesehatan kami membaik dan memberi dampak positif bagi desa." - Pak Sizial Wau, perwakilan desa Hilisataro.

 "Saya sakit untuk beberapa waktu dan tidak mampu membeli obat-obatan karena kami sangat miskin dan hanya mampu membeli makanan sehari-hari. Bee Propolis sangat baik untuk saya. Terima kasih." - Ibu Mince, usia 50 dari desa Bawadobara.

(Suplemen Makanan Kesehatan didonasikan oleh CC Pollen Co. USA)