Bantuan Korban Bencana Alam

Erupsi Vulkanik Gunung Merapi

Foto 1 dari 11:
Mempersiapkan paket makanan untuk dibagikan
Foto 2 dari 11:
Sebagian Sukarelawan dan penerima paket makanan
Foto 3 dari 11:
Para Penerima Paket Makanan
Foto 4 dari 11:
Anak-anak muda mewakili keluarga mereka untuk menerima Clover Honey HDI
Foto 5 dari 11:
Penerima paket makanan dan Clover Honey HDI lainnya
Foto 6 dari 11:
Sebuah sekolah berubah menjadi rumah bagi para pengungsi
Foto 7 dari 11:
Kemah Penampungan Darurat bagi para pengungsi
Foto 8 dari 11:
Para korban di kemah penampungan
Foto 9 dari 11:
Para pengungsi di Sekolah mengantri untuk mendapatkan paket makanan dari HDI
Foto 10 dari 11:
Yessi (Staf HDIF) membagikan donasi
Foto 11 dari 11:
Ketua Medical Consultant dari HDI (High Desert, seorang Rekan Kerja) menyerahkan donasi

Erupsi vulkanik dari Gunung Merapi Yogyakarta, Jawa Tengah pada Oktober/November 2010, menyebabkan 275 orang meninggal, 1700 orang luka-luka, dan memaksa 320.000 lainnya mengungsi ke kemah penampungan.

Meskipun Gunung Merapi bergemuruh selama beberapa hari, skala dan kekuatan letusannya tetap mengejutkan ribuan orang. Kebanyakan tidak memiliki waktu untuk mengevakuasi barang-barang pribadi mereka. Mereka berlarian menyelamatkan diri dengan hanya membawa pakaian yang dikenakan.

Udara tercemar. Jarak pandang hanya dua meter. Siang berubah menjadi malam. Orang-orang terpapar dengan abu. Semuanya berubah menjadi abu-abu. Penyakit pernapasan menjangkiti semua orang, tua dan muda. Makanan dan air menjadi sangat langka. Orang-orang pun berdatangan ke tempat penampungan sementara.

HDI mengirimkan tim Dokter dan sukarelawan pada keesokan harinya, sementara itu Gunung Merapi masih mengeluarkan laharnya. Dibantu oleh Yayasan Kerabat Karya Sosial Pelita Hati, mereka mendistribusikan 10.000 masker, 1.200 botol Clover Honey 1 kg, makanan kering, obat-obatan, susu, makanan bayi, selimut, dan pakaian.

Lebih dari 10.000 pengungsi menerima paket dari Sukarelawan Yayasan Kerabat Karya Sosial Pelita Hati &  HDIF.

Sebuah bantuan yang tidak seberapa untuk meringankan penderitaan para korban bencana.