Bantuan Pendidikan Ekstrakurikuler

Pelatihan Guru,

Foto 1 dari 9:
Teater drama anak-anak di sekolah
Foto 2 dari 9:
Mulai dengan bermain dulu
Foto 3 dari 9:
Ineke van Florenstein sebagai pelatihnya
Foto 4 dari 9:
Guru-guru dari sekolah lain juga ikut bergabung
Foto 5 dari 9:
Idealnya, seorang guru tidak hanya memperhatikan tingkat kecerdasan anak dari kecerdasan akademis
Foto 6 dari 9:
Bermain dan belajar
Foto 7 dari 9:
Seorang guru harus dapat berkembang setiap hari
Foto 8 dari 9:
Mencatat dengan seksama
Foto 9 dari 9:
Berfoto bersama setelah program selesai

Meningkatkan motivasi anak-anak untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dapat dilakukan melalui berbagai macam aktivitas dan kreativitas. Bahwa kecerdasan anak bukan hanya di ukur dari kemampuan otak, namun juga kemampuannya dalam mengelola emosi.

Konsep inilah yang disampaikan oleh Ibu Ineke dan Bapak Hans van Florenstein Mulder dari New Zealand kepada para siswa yang berasal dari SMP Pangerasan, SDN Pangerasan, SDN Ciherang, SDN Cibalung, SDN Cibaok.

Ibu Ineke dan Bapak Hans membagikan berbagai pengalaman praktis mereka sekaligus membuat para siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan fisik yang dilakukan di dalam kelas atau luar kelas. Semuanya itu untuk melatih konsentrasi anak, membangun kepercayaan diri, keberanian, dan yang paling penting adalah mengalami segala hal secara langsung.

Pengalaman amat diperlukan anak-anak agar mereka bisa memiliki pembelajaran secara langsung, tidak semata-mata hanya melalui pembelajaran secara teori. Selain itu, Ineke juga menekankan berbagai aktivitas luar ruangan yang bersentuhan langsung dengan alam. Hal tersebut dilakukan untuk membangun pemahaman dan kepekaan anak akan kompleksitas alam.

Dari bentuk-bentuk aktivitas yang amat sederhana, semua anak dapat dilatih. Salah satunya dengan bertepuk tangan sambil memainkan nada nada pendek dan panjang secara bergantian. Ini dapat diterapkan para guru dalam mempersiapkan siswa-siswi mereka untuk siap belajar di pagi hari. Perlu dipertimbangkan bahwa setiap murid berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dan setiap hari mereka datang ke sekolah dengan kondisi dan tingkat kesiapan yang berbeda-beda. Untuk itu guru perlu menyiapkan tingkat konsentrasi seluruh anak didiknya di pagi hari, sehingga sepanjang hari mereka dapat menyerap pelajaran yang disampaikan.

Poin lain yang menjadi perhatian di sini adalah bahwa tiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda beda. Terdapat 8 kecerdasan yang dapat didefinisikan, yakni bahasa, logika, spatial (ruang/lokalitas), motorik, musik, sosial, kematangan emosi dan seni. Seorang anak dapat memiliki satu atau beberapa kecerdasan.

Idealnya, seorang guru tidak hanya memperhatikan tingkat kecerdasan anak dari kecerdasan akademis dan mengukurnya berdasarkan kelulusan nilai ujian semata. Diperlukan kreativitas  setiap guru untuk menggali potensi tiap anak didiknya serta terus mengembangkan metode pembelajaran yang menarik sehinga murid-murid dapat memahami pelajaran dengan lebih baik. Kemampuan akademiknya pasti akan mengalami peningkatan secara bertahap.