Bantuan Untuk Organisasi Sosial Lain

Berbagi Kasih dalam Menyambut Natal

Foto 1 dari 10:

Anak-anak yang tinggal di Yayasan Bhakti Luhur penyandang tunanetra, low vision, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, epilepsi, cerebral palsi, hidrosefalus, gangguan jiwa, katarak, bibir sumbing, gondok, TBC, dan lain-lain.

Foto 2 dari 10:

Heboh. Kak Sidi agak kesulitan mengajak anak-anak memusatkan perhatian pada dirinya, sementara acara segera dimulai.

Foto 3 dari 10:

Anak-anak sangat antusias dan gembira ketika HDIF mengunjungi mereka. Tak ada beban di wajah mereka.

Foto 4 dari 10:

Kak Yeni sedang melontarkan kuis dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana kepada anak-anak. Hadiah menarik menanti mereka.

Foto 5 dari 10:

Tak sulit meminta Yanti bernyanyi. Dengan percaya diri, ia maju untuk tampil di hadapan kawan-kawannya.

Foto 6 dari 10:

Saat-saat yang dinanti pun tiba. Sinterklas datang menghampiri anak-anak dan langsung disambut pelukan hangat.

Foto 7 dari 10:

Hadiah istimewa untuk anak-anak istimewa.

Foto 8 dari 10:

Sinterklas khusus mengunjungi Catherine, bocah penderita Hidrosefalus untuk memberikan hadiah secara langsung.

Foto 9 dari 10:

Bukan hanya Sinterklas, rekan-rekan HDIF juga turut menjenguk Catherine. Tapi sayang, bocah mungil itu tengah terlelap.

 
Foto 10 dari 10:

Bersama keluarga besar Yayasan Bhakti Luhur dan HDIF.


Berbagi cinta bisa dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Tak terkecuali kebersamaan yang terjalin antara HDI Foundation dan Panti Asuhan Bhakti Luhur Jakarta, Cilandak, Jakarta Selatan, saat menyambut Natal, 20 Desember 2013. HDIF berbagi suka cita bersama anak-anak berkebutuhan khusus di panti asuhan tersebut.

Kebahagiaan begitu terasa ketika HDIF tiba di Panti Asuhan. Sambutan hangat dan genggaman tangan langsung menyapa tim HDIF. Berondongan pertanyaan pun dilontarkan, mulai seputar acara hingga kehadiran Sinterklas.

Anak-anak bernyanyi, menari, tertawa, dan bermain bersama. Semua orang bahagia. HDIF memberikan hadiah-hadiah spesial untuk anak-anak.

Momen yang ditunggu-tunggu pun datang. Sinterklas muncul lengkap dengan jenggot putih dan baju merah, anak-anak pun spontan berteriak penuh sukacita dan gembira. Terlebih ketika melihat hadiah-hadiah yang dibawa Santa untuk mereka. Santa pun memanggil anak-anak satu per satu untuk menerima hadiahnya.

“Kamu harus menurut sama ibu pengasuh dan suster ya... Jangan nakal dan harus rajin belajar supaya pintar,” Santa berpesan kepada Lia, penyandang autisme, sambil memangkunya.

Santa juga memiliki hadiah spesial untuk Catherine, gadis 11 tahun penderita hydrocephalus. Kado manis diletakkan di samping tubuh kurusnya. Ia terbariing di tempat tidur dengan kepala membesar dan tubuh kurus.

“Kami berharap kedatangan kami dapat memberi setitik asa kepada anak-anak. Mereka tidak sendiri, karena ternyata banyak yang masih peduli dengan mereka,” ungkap Yessi Chandra, Senior Foundation Officer HDIF.

 

Sekilas tentang Yayasan Bhakti Luhur

Yayasan Bhakti Luhur adalah yayasan sosial yang memberi perhatian secara khusus kepada penyandang cacat yang miskin, terlantar, dan terpinggirkan. Yayasan ini juga menangani dan melayani anak-anak yatim piatu, miskin, dan telantar.

Pendiri Yayasan Bhakti Luhur adalah Romo P. Janssen CM, seorang yang luar biasa dan selalu menekankan orang yang dilayani merupakan tuan dan majikan kita.

Yayasan Bhakti Luhur dengan visi dan misinya yakni pelayanan anak cacat yang karena salah satu atau beberapa sebab seperti fisik, psikis, mental, sosio-ekonomi yang menyebabkan keterbelakangan dalam perkembangannya.

Sementara anak cacat dan kasus medis yang ditangani di yayasan tersebut antara lain penyandang tunanetra dan low vision, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, epilepsy, cerebral palsy, gangguan jiwa, katarak, bibir sumbing, gondok, TBC, dan lain-lain.

Writer: Yeni Mardyana