Sekolah Menengah

PGRI Palasari - Cijeruk, Bogor
Foto 1 dari 6:
Keamanan anak-anak dalam bahaya bila belajar di kelas seperti ini
Foto 2 dari 6:
Renovasi dimulai bulan Oktober 2011
Foto 3 dari 6:
Mengganti semua kayu lama dengan yang baru
Foto 4 dari 6:
Menyelesaikan ruang kelas untuk digunakan
Foto 5 dari 6:
Bangunan baru siap digunakan
Foto 6 dari 6:
Pertunjukan seni dari para siswa SMP PGRI Palasari

Berdiri/Diresmikan Januari 2012
Jumlah Siswa 282
Biaya Pembangunan IDR 282.664.500

Dikelilingi pegunungan, Desa Palasari memiliki 400 kepala keluarga. 30% diantaranya anak-anak. Meskipun hanya berjarak tempuh 2 jam dari Jakarta, Bogor memiliki persentase anak putus sekolah yang tinggi. Dan merupakan salah satu kota termiskin di propinsi Jawa Barat. Para petani berjuang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Kedatangan para imigran dengan keterampilan yang lebih tinggi belakangan ini memaksa para petani menurunkan status sosial mereka. Para imigran telah mengambil alih lapangan pekerjaan yang layak dan memaksa para penduduk asli di Bogor bekerja sebagai buruh pabrik, supir angkutan umum, tenaga pembersih, pembantu rumah tangga dan pemulung.

SMP Palasari adalah salah satu sekolah yang menyediakan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu disana. Dibangun pada tahun 1978, Palasari memiliki 6 ruang kelas, 2 laboratorium, 1 ruang guru dan 1 kantor administrasi.

Seiring berjalannya waktu, bangunan sekolah menjadi semakin rusak dan hampir roboh. Anak-anak tidak dapat lagi belajar dengan nyaman dan aman.

Pada Oktober 2011 Yayasan HDI membangun kembali 3 kelas untuk 180 anak-anak. Dana pembangunan datang dari donasi seorang dermawan bernama Ibu Sarah Rosinta Hutauruk dari Penerbit Erlangga. Saat ini sekolah Palasari bisa menampung 282 murid dan 19 guru.